Pernahkah Anda memperhatikan bagaimana dua orang yang memainkan gim yang sama bisa memiliki pendekatan yang bertolak belakang? Dalam sebuah gim petualangan atau RPG, seorang pemain mungkin memilih gaya stealth—bergerak diam-diam di balik bayangan dan merencanakan setiap langkah dengan cermat. Sementara itu, pemain lain justru menerobos pintu depan, mengandalkan serangan frontal, dan menikmati kekacauan di tengah pertempuran.
Fenomena ini tidak hanya terjadi pada gim video modern, tetapi juga pada permainan papan (board game), catur, hingga olahraga tim.
Pilihan gaya bertarung atau cara bermain (playstyle) favorit bukan sekadar keputusan taktis acak. Secara psikologis, gaya bermain adalah cerminan langsung dari kepribadian, nilai-nilai internal, hingga cara otak seseorang memproses tantangan dan kepuasan.
Proyeksi Kepribadian ke Dalam Dunia Game
Salah satu alasan utama mengapa pemain terikat pada cara bermain tertentu adalah ekspresi diri. Ketika seseorang memasuki dunia permainan, mereka membawa trait kepribadian dunia nyata mereka ke dalam sistem permainan.
Para peneliti psikologi sering mengaitkan gaya bermain dengan model kepribadian Big Five Personality Traits:
- Tipe Ekstravert & Pemberani: Cenderung menyukai gaya bermain agresif, menjadi pemrakarsa serangan (rusher atau tank), dan menikmati situasi berisiko tinggi dengan imbalan besar.
- Tipe Teliti & Strategis (Conscientiousness): Lebih menyukai peran pendukung (support), penyusun strategi jangka panjang, atau pengumpul sumber daya (resource management) yang terencana.
- Tipe Eksploratif (Openness to Experience): Suka mencoba taktik tak biasa (gimmick build), menguji batas mekanik game, atau mencari rute rahasia yang jarang dilalui pemain lain.
Game memberikan ruang aman (sandbox) bagi pemain untuk mengekspresikan sisi kepribadian mereka yang mungkin tertahan di dunia nyata.
Taksonomi Bartle: Empat Tipe Psikologis Pemain
Dalam dunia desain permainan, terdapat konsep terkenal yang disebut Bartle Taxonomy of Player Types. Konsep ini membagi motivasi pemain ke dalam empat kategori utama berdasarkan apa yang memberikan mereka kepuasan terbesar:
BERTINDAK PADA (ACTING ON)
│
Achievers │ Killers
│
BERINTERAKSI ────────────────┼──────────────── BERINTERAKSI
DENGAN DUNIA │ DENGAN PEMAIN
(WORLD) │ (PLAYERS)
Explorers │ Socializers
│
BERINTERAKSI DENGAN (INTERACTING WITH)
- Achievers (Pencapai Target): Cara bermain mereka berfokus pada penguasaan skor, mengumpulkan piala/prestasi (achievement), dan menyelesaikan game hingga 100%.
- Explorers (Penjelajah): Mereka merasa puas ketika menemukan rahasia tersembunyi, memahami lore cerita, dan memetakan setiap sudut dunia game.
- Socializers (Bersosialisasi): Cara bermain mereka didorong oleh interaksi, kerja sama tim, dan membangun komunitas di dalam permainan.
- Killers (Kompetitor): Kepuasan utama mereka datang dari kemampuan mengalahkan pemain lain dan membuktikan keunggulan mekanis mereka.
Jalur Dopamin dan “Zona Nyaman” Psikologis
Setiap gaya bermain memberikan jenis respons neurokimia yang berbeda pada otak.
Pemain yang menyukai taktik eksekusi cepat (fast-paced action) mendapatkan dorongan adrenalin dan dopamin dari refleks spontan. Sebaliknya, pemain yang menyukai strategi lambat (turn-based strategy) mendapatkan kepuasan dari pemecahan masalah yang rumit dan perencanaan yang matang.
| Gaya Bermain | Elemen yang Dicari | Sumber Kepuasan Utama |
| Agresif / Frontal | Kecepatan, adrenalin, dominasi langsung. | Sensasi kemenangan cepat dan aksi penuh ketegangan. |
| Taktis / Stealth | Kendali penuh, kesabaran, presisi. | Keberhasilan mengeksekusi rencana tanpa terdeteksi. |
| Penyokong (Support/Healer) | Efisiensi tim, altruisme, kontrol area. | Menjadi penentu kemenangan tim dari balik layar. |
| Kreatif / Experimental | Kebebasan, variasi, ekspresi estetika. | Menemukan kombinasi unik yang tidak terpikirkan orang lain. |
Ketika pemain menemukan cara bermain yang cocok dengan preferensi neurobiologis mereka, game tersebut memasuki apa yang disebut kondisi Flow State—kondisi di mana fokus berada pada tingkat maksimal dan waktu terasa berlalu sangat cepat.
Pengaruh Pengalaman Masa Lalu dan Memori Motorik
Selain faktor kepribadian, gaya bermain favorit juga dibentuk oleh sejarah interaksi pemain dengan game di masa lalu.
Seorang pemain yang tumbuh dengan memainkan gim simulasi atau strategi akan memiliki memori otot (muscle memory) dan kerangka berpikir yang berbeda dibanding pemain yang tumbuh dengan gim pertarungan (fighting games). Ketika dihadapkan pada permainan baru, otak secara alami akan mencari pola yang paling familiar dan memberikan rasa percaya diri tertinggi.
Menghargai Keragaman Gaya Bermain
Memahami bahwa setiap orang memiliki cara bermain favorit adalah kunci utama penciptaan ekosistem permainan yang sehat. Tidak ada gaya bermain yang secara mutlak “paling benar” atau “paling superior”.
Bagi para perancang permainan, menyediakan ruang bagi berbagai gaya bertarung adalah cara terbaik untuk membuat game terasa inklusif dan bertahan lama. Sementara bagi para pemain, menyadari preferensi pribadi dapat membantu memilih permainan yang tepat untuk dimainkan—atau bahkan menantang diri sendiri untuk sesekali keluar dari zona nyaman dan mencoba sudut pandang yang sama sekali baru.